Kuliner di Banda Aceh juga sangat luar biasa. Kuah Beulangong, Kuah Pliek, dan Mie Aceh, tersedia di banyak rumah makan atau restoran. "Semua rasanya 3E; enak, enak sekali, dan enaaak sekali. Kemudian belum sah juga datang ke Banda Aceh jika belum minum Kopi Aceh -salah satu kopi terenak di dunia," promosi wali kota.
"Daerah penghasil kopi terbesar memang di wilayah tengah Aceh, tapi Banda Aceh yang punya 1.001 warung kopi dan semuanya penuh oleh pengunjung. Motto ngopi di Banda Aceh itu 'secangkir kopi sejuta cerita'," katanya.
Kepada tamunya, Aminullah juga memperkenalkan Banda Aceh sebagai kota paling aman di Indonesia. "Predikat itu diberikan langsung oleh Menkopolhukam. Tindak kriminal nyaris tak ada di kota kami. Konflik sosial berbasis SARA pun tak pernah terjadi di Banda Aceh," katanya lagi.
"Jadi bapak-ibu boleh tak perlu kuatir selama berada di sini, Banda Aceh sangat-sangat aman. Saya selaku wali kota juga bisa keliling kota 24 jam tanpa pengawalan," kata Aminullah seraya mengharapkan para atase militer untuk ikut mempromosikan Banda Aceh di negaranya masing-masing.
Sementara itu, perwakilan dari Mabes TNI Kolonel Pnb Untung Suropati menjelaskan kunjungan para atase pertahanan dari negara sahabat itu bertujuan untuk memperkenalkan aneka ragam budaya yang ada Indonesia. "Tahun ini delegasi Milat Tour memilih Banda Aceh dan Sabang."
"Rombongan para atase militer tahun ini dipimpin oleh Kolonel Dominic Bulungol berasal Atase Pertahanan Negara Papua Nugini. Total peserta Milat Tour 2019 berjumlah 53 orang yang terdiri 28 atase militer dari 21 negara sahabat dan turut didampingi oleh tim dari Mabes TNI," katanya.