"Ini menjadi bukti jika pembangunan Banda Aceh sedang kita genjot di semua sektor, tak terkecuali bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kami sadar betul kaum ibu punya peran vital dalam mencetak generasi gemilang. Oleh karenanya, hak-hak ibu dan anak harus diprioritaskan, sesuai dengan salah satu misi penerintahan kami," kata Aminullah di balai kota.
Penghargaan tersebut, kata walikota, juga sejalan dengan target dirinya untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Layak Anak pada 2022. "Arah ke sana terus kita lakukan dengan me-launching sejumlah sekolah, gampong, hingga kecamatan layak anak. Target itu semakin terang dengan penghargaan hari ini. Kita tinggal dua tingkat lagi menuju Kota Layak Anak," katanya seraya mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat.
Ia menjelaskan, penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak terdiri atas lima predikat, yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Kabupaten/Kota Layak Anak. "Hingga kini belum ada kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih predikat Kabupaten/Kota Layak Anak, yang utama pun baru Surakarta, Denpasar, dan Surabaya," katanya.
"Alhamdulillah, setelah dua tahun berturut-turut meraih predikat Pratama, Banda Aceh naik kelas tahun ini ke Madya. Dan insyaallah Banda Aceh akan menyusul ketiga kota besar tersebut hingga menjadi Kota Layak Anak pada 2022. Dengan komitmen dan kerja keras, kita pasti bisa," kata Aminullah optimis.
Untuk mengejar target tersebut, DP3AP2KB Banda Aceh bekerjasama dengan dinas atau pihak terkait akan melakukan sejumlah program dalam waktu dekat. "Sesuai instruksi Pak Wali, semua gampong dan kecamatan akan kita canangkan sebagai gampong dan kecamatan layak anak," kata Kepala DP3AP2KB Banda Aceh Media Yulizar.