Ini Rentetan Kasus ‘Teungku Cabul’ di Tanah Syariat

July 14, 2019 - 01:32
Ilustrasi: Monster bertopeng teungku.
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COMLabel daerah bersyariat Islam yang disandang Aceh, ternyata tidak membebaskan provinsi ini dari aksi moster cabul yang memangsa anak di bawah umur. Bahkan, tidak sedikit prilaku seks menympang dilakukan oknum guru ngaji yang menyandang predikat teungku.

Adegium barat “don't judge the book by its cover” ternyata berlaku dalam segala sisi kehidupan umat manusia. Orang yang berpenampilan baik dan berprofesi mulia, ternyata belum tentu dibarengi dengan moral yang baik. Tidak sedikit dari mereka, justru bermoral bejat dan berperangai binatang.

Kondisi demikian juga terus dipertontonkan oleh sederet oknum guru ngaji di Aceh, bahkan oleh oknum pimpinan pesantren yang sering berdiri di mimbar Jumat. Mereka yang dianggap alim dan bersurban, ternyata hanyalah ‘monster cabul yang bertopeng teungku’.

Kasus sodomi yang dilakukan oknum pimpinan dayah dan guru ngaji di Lhokseumawe yang diekpos polisi, Kamis (11/07/2019), bukanlah kasus cabul pertama yang melibatkan oknum teungku di Aceh. Sederet kasus serupa pernah terungkap, yang pelakunya oknum teungku dengan korbannya para santri yang rata-rata anak di bawah umur.

Selama tahun lalu saja, setidaknya ada lima kasus kejahatan seksual terhadap anak yang dilakukan oknum teungku. Dari kasus yang terungkap itu, ada 38 anak yang menjadi korban kebiadaban orang yang dianggap terhormat tersebut. Ini rentetannya:

Februari 2018

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.