"Kalau ada PNS yang membeli gas saya tunjuk itu (surat edaran gubernur)," kata Darmayanti, pengelola pangkalan tersebut. Ia mengakui surat tersebut sedikit memberikan efek, di mana masyarakat kelas menengah yang mengonsumsi elpiji subsidi mulai berkurang.
Sementara Pangkalan Seureuta Rahmat, miliknya BUMG Gampong Tu Kecamatan Panteraja menjual harga sesuai kesepakatan. "Kita kasih ke warga kita dulu. Kalau lebih baru kita berikan ke warga (gampong) sebelah," kata Mariati, pengelola pangkalan itu.
Anizar menyebutkan, pengelolaan pangkalan oleh pemerintah gampong melalui BUMG bisa menjadi sebuah solusi. Gampong kata Anizar, punya data tentang masyarakat miskin yang berhak memakai elpiji bersubsidi, sehingga pemanfaatannya tepat sasaran.[]