Alasannya, Aceh Jaya memiliki potensi alam yang cukup mendukung. Sementara Banda Aceh dan Aceh Besar akan dijadikan sebagai lokasi pendukung yang juga turut menjual produk wisata nilam, yang posisinya masih didiskusikan.
Ia menambahkan, desa wisata nilam ini akan berbasis kearifan lokal, sehingga nilai-nilai budaya kita tidak tergerus. Desa ini juga berbasis pada inovasi yang bersifat inklusif, bukan eksklusif. Terakhir, tentunya desa wisata nilam ini akan menjadi wisata kreatif, yaitu adanya sentuhan kreatifitas dari setiap tempat ataupun produk yang akan dipamerkan.
FGD ini menghadirkan berbagai kalangan, baik dari kalangan pemerintah, komunitas, pelaku bisnis, dan pihak terkait lainnya, termasuk Pimpinam Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis yang turut menjadi salah satu pemateri dalam FGD ini.[]