ARC Unsyiah Bahas Pembangunan Desa Wisata Nilam Aceh

July 2, 2019 - 18:14
Syaifullah Muhammad (kiri), Dyah Erti Idawati (tengah), dan Dr. Hizir (kanan) menjadi pemateri dalam FGD pengembangan desa wisata nilam Aceh di kantor Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Banda Aceh, Selasa (2/7).
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM—Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Flower Aceh, dan Aceh Australian Alumni (AAA) membahas rencana pengembangan desa wisata inovasi nilam di Aceh.

Focus Group Discussion (FGD) ini dibuka Wakil IV Unsyiah Dr Hizir di Gedung DWP Provinsi Aceh, Selasa (2/7).

Kepala ARC Unsyiah Dr Syaifullah Muhammad mengatakan Unsyiah dan Bappeda Aceh telah melakukan penelitian terkait nilam, yang berfokus pada persoalan yang terjadi dalam industri nilam di Aceh. Hasilnya, mereka menemukan 30 persoalan serius, salah satunya adanya ‘permainan’ dari eksportir luar yang membuat petani nilam mengalami kerugian. Banyaknya persoalan itu membuat banyak masyarakat menjadi enggan menanam nilam,” sebutnya.

Dari berbagai persoalan tersebut, lanjut Syaifullah, mereka membuat program masterplan, yang terangkum secara komprehensif dari hulu ke hilir. Salah satu program tersebut adalah membangun desa wisata nilam di Aceh. Ini adalah salah satu upaya membantu masyarakat menjual minyak nilam, atau produk turunan nilam, sehingga mereka tidak lagi bergantung dengan pihak luar.

“FGD hari ini tujuannya untuk menggabungkan berbagai pemikiran dan inovasi dari orang-orang yang sudah berpengalaman di sektor pariwisata. Kemudian kita akan membuat masterplan khusus untuk pembangunan desa wisata nilam tahun,” kata Syaifullah.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.