Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh Dyah Erti Idawati mengatakan untuk meningkatkan kejayaan Aceh, salah satu yang harus difokuskan saat ini adalah sektor pariwisata karena potensi yang dimiliki sangat besar. Dyah memaparkan, saat ini sudah ada slogan 1 village 1 produk, karena memang seharusnya seluruh pembangunan ekonomi harus berawal dari desa.
“Masalahnya, tambah Dyah, SDM desa kita yang belum cukup siap. Di sinilah peran dari PKK, untuk menggerakkan masyarakat agar mereka memiliki komitmen yang kuat untuk membangun desa,” tambahnya.
Dyah mengaku akan mendukung rencana pengambangan desa inovasi nilam ini, dan siap untuk berada di garis depan.
Sementara Wakil Rektor IV Unsyiah mengatakan nilam Aceh sudah terbukti sangat khas, tidak dimiliki oleh daerah lain. Nilam juga merupakan satu dari sembilan komoditi unggulan yang dimiliki Aceh. Karena itu, Hizir yakin melalui berbagai inovasi, termasuk pembangunan desa wisata, nilam bisa menjadi salah satu komoditi yang dapat dimanfaatkan untuk menaikkan kejayaan Aceh.
Dipaparkannya, desa wisata nilam ini direncanakan akan berlokasi di tiga titik, yaitu Aceh Jaya, Banda Aceh, dan Aceh Besar. Pusatnya akan berada di Desa Ranto Sabon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya.