"Kita harus menyediakan jaminan yang lebih panjang. Konseb saya tidak hanya pada yang meraih juara. Ke depan seluruh data peserta akan kita simpan dan mereka kita usahakan mendapat keutamaan dan keistimewaan," kata Nova. Dengan demikian, reward dari pemerintah menjadi lebih substansial dibanding hanya memberikan bonus berupa uang tunai.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh EMK Alidar mengatakan Aceh mengirimkan 18 peserta untuk mengikuti 4 cabang perlombaan dengan 9 golongan. Kafilah Aceh mengirimkan perwakilan untuk mengikuti STQH cabang tilawah anak golongan putra dan putri serta tilawah dewasa putra-putri. Selanjutnya adalah Cabang Tahfiz 1 Juz, Tahfiz 5 Juz, Tahfiz 10 Juz, Tahfiz 20 Juz dan Tahfiz 30 Juz Golongan Putra Dan Putri. Dua cabang lainnya adalah Tafsir Bahasa Arab dan cabang Musabaqah Hadis Nabi.
Sebelum berangkat ke Pontianak Kalimantan Barat, para peserta asal Aceh telah ditraining selama 40 hari oleh pelatih dari LPTQ Aceh dan pelatih dari Jakarta.
Alidar berharap, pada gelaran STQH ke 26, secara perangkingan Aceh bisa memperbaiki peringkat dari STQH tahun lalu yaitu peringkat ke 7.[]