"Alhamdulillah, doa saya dikabulkan. Izinkan selanjutnya saya menjadi murid Abah Kiai," begitu testimoni Tio Nugroho sebelum mengucapkan syahadat sambil menangis haru.
Ma'ruf Amin lantas memimpin langsung proses pengucapan dua kalimat syahadat. Setelah itu, Ma'ruf menghadiahkan sorbannya, Alquran, kain sarung, dan sajadah kepada Tio. Ma'ruf berpesan, ketika memutuskan untuk masuk Islam maka harus dilakukan sepenuh hati. Dia menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang menebarkan rahmat dan kasih sayang kepada setiap insan.
"Islam itu selalu menebarkan kebaikan dan kebajikan. Jadi, berislam lah dengan kaffah. Hidayah itu mudah diberikan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki. Belajarlah Islam dengan cara yang benar. Islam yang penuh kasih sayang. Insya Allah kelak semua dimudahkan," kata Ma'ruf Amin dalam tausiyahnya.
Sebagai penutup, Ma'ruf Amin memberikan nama depan 'Muhammad' kepada Tio Nugroho. "Sekarang Tio bernama Muhammad Bagus Adityo Nugroho. Muhammad berarti terpuji. Insya Allah hidayah yang diberikan Allah dan dengan menggunakan nama depan Muhammad menghadirkan kebaikan untuk umat, masyarakat, bangsa dan negara," kata Ma'ruf.[republika]