Nova memaparkan, 4 langkah yang harus segera dilakukan gugus tugas ini, yaitu memetakan masalah pornografi di daerah kita, sehingga dengan adanya data itu, kita dapat mengupayakan langkah-langkah penanggulangan dengan baik, Mengupayakan agar situs-situs porno ditutup agar tak seorangpun yang bisa mengaksesnya.
Selanjutnya, membatasi jam operasional warung internet di Aceh, sebab warnet ini salah satu tempat potensial penyebaran internet, serta larangan bagi pelajar dalam jam sekolah berkunjung ke warnet. Untuk itu, razia di Warnet-warnet di seluruh Aceh harus ditingkatkan agar mereka patuh terhadap kebijakan ini.
Terakhir, perlu dilakukan sosialisasi bahaya pornografi di seluruh aceh, mulai dari sekolah – sekolah sampai kepada seluruh kepada keluarga. Para ulama, tokoh adat, Tim Penggerak PKK, dan seluruh keluarga diharapkan berperan dalam sosialisasi ini sehingga gerakan 'Tolak Pornografi' menjadi semangat yang berkembang di daerah Aceh.
"Kampanye ini jangan dianggap seremonial belaka. Usai pertemuan ini, lembaga terkait di Aceh saya imbau untuk segera menyiapkan rencana strategis, agar perang melawan pornografi benar-benar dapat kita lakukan secara nyata, dengan target yang realistis, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala," pungkas Plt Gubernur.
Kegiatan yang mengangkat tema 'Kilau Generasi Bebas Pornografi Wujudkan Generasi Aceh Hebat' ini juga diisi dengan pembacaan Deklarasi Stop Pornografi oleh Plt Gubernur Aceh dan diikuti oleh seluruh hadirin. Deklarasi juga ditandai dengan pelepasan burung Merpati dan melakukan cap tangan sebagai simbol Tolak Pornografi.[]