Aceh Deklarasikan Stop Pornografi

April 22, 2019 - 19:33
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COMPornografi adalah konten berbentuk gambar yang menyimpang dari norma dan budaya universal.

Itulah pesan singkat Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang dituliskan pada papan pesan di salah satu stand, usai mendeklarasikan Aceh Stop Pornografi di Lapangan Blang Padang, Senin (22/4/2019).

Sementara itu, dalam sambutannya Plt Gubernur menegaskan pentingnya deklarasi Tolak Pornografi sebagai upaya melindungi generasi penerus dari ancaman pengaruh buruk globalisasi. Forkopimda Aceh, para ulama, tokoh masyarakat, para orangtua dan generasi muda Aceh yang telah berkenan hadir pada kampanye bersama “Tolak Pornografi” yang kita selenggarakan hari ini.

"Kampanye ini sangat penting sebagai bagian dari kebulatan tekad kita untuk melindungi dan menyelamatkan generasi muda Aceh dari bahaya pengaruh negatif globalisasi. Kita tahu bahwa era globalisasi yang berkembang dewasa ini tidak hanya menghadirkan hal positif seperti teknologi baru yang memudahkan kerja-kerja kita, tapi juga memudahkan masuknya kejahatan-kejahatan global, termasuk pornografi," ujar Nova.

Bahkan, sambung Nova, pornografi bisa begitu mudah diakses semua orang, hanya melalui jaringan handphone di tangan, gambar-gambar yang tidak senonoh dengan cepat menyebar. Dalam beberapa kasus, gambar ponografi turut  memicu kejahatan seksual, pergaulan bebas dan berkembangnya budaya yang tidak sesuai budaya Aceh.

"Bisa dibayangkan betapa buruknya pengaruh pornografi itu bagi pembangunan moral masyarakat kita. Oleh karena itu, perang melawan pornografi harus kita perkuat di Aceh melalui gerakan bersama yang kita kampanyekan hari ini," imbuh Plt Gubernur.

Menurut Nova salah satu pemicu mudahnya mengakses pornografi adalah tersedianya jaringan internet. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan informatika RI menyebutkan, hingga Januari 2018, dari total 265,4 juta penduduk Indonesia, sebesar 50 persen atau sejumlah 132.7 juta merupakan pengguna internet, dan sebesar 49 persen atau 130 juta orang merupakan pengguna aktif media sosial.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.