Irwansyah mengisahkan, dirinya dan UAS berpisah setelah masing-masing mereka melanjutkan pendidikan setingkat SMA. Irwansyah mengakui, UAS adalah salah satu murid pintar ketika mereka mondok di pesantren, di Asahan, Sumatera Utara.
“Kami pisah sekolah setelah melanjutkan sekolah setingkat SMA, dia memang pintar," kata Irwansyah yang kini bertugas di RSUD Simeulue tersebut.
Kedatangan UAS ke Simeulue tak hanya memberi kesan pada Irwansyah selaku teman satu pesantren. Tetapi juga bak menghilangkan dahaga bagi sebagian warga di sana yang kehausan akan kehadiran sang penceramah kondang ke pulau penghasil cengkeh itu.
"Alhamdulillah, Ustadz Abdul Somad sudah datang dan telah memenuhi rasa dahaga kami selama ini yang ingin melihat dan mendengar langsung tabliqnya, ceramahnya dan tausyiahnya. Apalagi beliau di sini selama dua hari,” kata Saldianto, salah seorang warga Simeulue. [jp]