Belajar Wisata dari Masyarakat Thailand

November 25, 2018 - 11:58
3 dari 3 halaman

Tidak hanya itu, pertanian di Phattalung juga telah menggunakan mesin pencacah serasah tanaman yang hasilnya akan digunakan sebagai pupuk organik.

Selain kebersihan, karakter masyarakat Thailand yang terbuka menjadikan wisatawan yang datang menjadi lebih nyaman. Masyarakatnya yang ramah dan suka tersenyum membuat negara ini dikenal sebagai “The Land of the Smile”. 

Sebagai negara Asia yang menggunakan bahasa Thai menjadi bahasa nasional, sebagian besar masyarakat Thailand tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik, kecuali di beberapa tempat seperti lokasi wisata. Meskipun minim yang menguasai bahasa asing, tetapi tidak membuat masyarakat Thailand acuh tak acuh terhadap wisatawan. Mereka tetap berupaya berkomunikasi dengan pengunjung meskipun harus menggunakan bahasa isyarat atau bahasa tubuh, dan juga menggunakan teknologi Google Translate.

Satu lagi yang dapat dipelajari dalam peran masyarakat bagi kemajuan wisata Thailand, yaitu keharmonisan adat dan agama yang menyatu dengan keindahan alam. Ya, Thailand merupakan negara yang didominasi penganut Budha, yang dianut oleh bangsa Thai. Sementara di wilayah selatan seperti Pattani, Yala dan Narathiwat, banyak penduduk Thailand yang berasal dari bangsa Melayu dan menganut Islam. 

Berbicara tentang Phattalung yang mayoritasnya Budha, Kuil Budha tentunya dapat ditemui di berbagai sudut provinsi. Semua kuil di provinsi ini terjaga dengan baik dan bersih. Kesan unik dari arsitekturnya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Hal ini tentu menjadi sisi lain dari Thailand.

Melihat Thailand yang sudah maju dengan pariwisatanya, sudah saatnya Aceh juga menapaki kemajuan yang serupa. Apalagi karakter masyarakat Aceh yang ramah menjadi daya tarik pariwisata. 

Di sisi lain, syariat Islam sebagai bagian dari nafas masyarakat Aceh juga memberi warna tersendiri bagi pariwisata. Kini Aceh terus berbenah untuk menjadi lebih berkembang dari berbagai infrastruktur, termasuk sarana dan prasarana di lokasi wisata. Dengan terus bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan kota, tentunya Aceh juga bisa seperti Thailand, bahkan lebih jauh.[boy]

Penulis adalah Mulkan Kautsar, Duta Wisata Bireuen dan Duta Wisata Aceh Intelegensia 2018.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.