"Rakyat menjerit, rakyat sebenarnya tidak menginginkan program-program spektakuler, tetapi rakyat menginginkan bagaimana sembako itu murah, kemudian minyak bisa dia dapatkan dengan mudah, kemudian gas LPG juga bisa datang ke rumah mereka dengan harga yang HET (Harga Eceran Tertinggi)," kata politisi Partai Aceh tersebut.
Ketua Fraksi Partai Aceh ini juga meminta adanya sikap pemerintah atau Pertamina terkait kondisi tersebut. Dia bahkan menyarakan adanya pergantian Kepala Pertamina di Aceh jika tidak mampu mengatasi kondisi yang dinilai menyusahkan masyarakat banyak tersebut.
"Dia tidak becus bekerja, tidak mampu melihat kondisi kekinian di Aceh terhadap nasib yang dialami oleh masyarakat kita," kata Iskandar.[***]