LPG 3 Kg Langka, Dewan Minta Pertamina Aceh Bertanggungjawab

November 14, 2018 - 12:47
Ilustrasi/okezone.com

HABADAILY.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) asal daerah pemilihan Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky, mengungkapkan kesulitan warga mendapatkan gas LPG isi 3 Kilogram saat ini. Kondisi tersebut dia temui di kawasan Aceh Timur beberapa hari terakhir.

"Banyak sekali masyarakat kita yang berdiri panjang, mengular, saat mobil-mobil penyalur gas LPG 3 Kilogram itu datang, di agen-agen penyalur. Ini memiriskan kita semua," ungkap Iskandar saat berakhirnya sidang paripurna di DPR Aceh, Senin, 12 November 2018 kemarin. Hadir dalam paripurna ini, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan beberapa kepala daerah dari kabupaten kota.

Iskandar menyayangkan kondisi tersebut karena Indonesia, khususnya Aceh, dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam terutama gas dan minyak bumi. Namun, kondisi di lapangan justru berbalik dengan fakta yang ada selama ini.

"Kita negara yang kaya minyak dan gas, tetapi rakyat kita itu duduk menunggu 4-5 jam dan antri panjang untuk mendapatkan gas LPG. Setelah mereka antri itu belum tentu mereka mendapatkan gas," ujar Iskandar lagi.

Iskandar Usman juga memaparkan fakta lain yang terjadi di Aceh Timur, seperti adanya kelangkaan gas LPG 3 Kilogram. Anehnya lagi, kata dia, ada beberapa kios yang memiliki pasokan gas LPG 3 Kilogram ini justru menjual dengan harga di atas ketentuan pemerintah.

"Begitu gas ini langka, mereka membeli di kios-kios dengan harga Rp 37 ribu hingga Rp 50 ribu per tabung," kata Iskandar.

Selain itu, Iskandar juga menemukan adanya kelangkaan solar subsidi untuk nelayan di Aceh Timur. Kondisi serupa menurutnya juga terjadi di SPBU.

Iskandar mempertanyakan kondisi seperti ini justru terjadi di Indonesia. Dia juga meminta pemerintah untuk campur tangan dalam rangka memberikan solusi yang dihadapi masyarakat di Aceh tersebut.

"Rakyat menjerit, rakyat sebenarnya tidak menginginkan program-program spektakuler, tetapi rakyat menginginkan bagaimana sembako itu murah, kemudian minyak bisa dia dapatkan dengan mudah, kemudian gas LPG juga bisa datang ke rumah mereka dengan harga yang HET (Harga Eceran Tertinggi)," kata politisi Partai Aceh tersebut.

Ketua Fraksi Partai Aceh ini juga meminta adanya sikap pemerintah atau Pertamina terkait kondisi tersebut. Dia bahkan menyarakan adanya pergantian Kepala Pertamina di Aceh jika tidak mampu mengatasi kondisi yang dinilai menyusahkan masyarakat banyak tersebut.

"Dia tidak becus bekerja, tidak mampu melihat kondisi kekinian di Aceh terhadap nasib yang dialami oleh masyarakat kita," kata Iskandar.[***]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.