"Penyelenggaraan Festival Panen Kopi ini digelar bersamaan dengan tibanya masa panen kopi raya di Bener Meriah, sehingga akan menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung untuk melihat langsung kegiatan panen kopi oleh masyarakat setempat dengan ragam kegiatan unik lainnya, seperti kopi dan fashion show di kebun kopi, kopi, perempuan dan entrepreneur, kopi dan fotografi, kopi dan masa lalu, lomba menyortir kopi dan bazar," ujar Amiruddin.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani mengharapkan event ini menarik pengunjung untuk datang dan belajar, tentang bagaimana pengolahan Kopi Gayo yang dibuat dan diproses para petani secara tradisional.
"Festival ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya masyarakat Gayo dalam mengolah kopi hingga menjadi salah satu kopi terbaik di dunia dengan cita rasa tinggi. Kegiatan ini diharapkan juga dapat menjadi salah satu sumber pemasukan bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan, khususnya masyarakat Bener Meriah dengan memperkenalkan ragam produk kopinya," kata Rahmadhani di Banda Aceh.
Rahmadhani memastikan kegiatan ini bakal menarik bagi wisatawan. Ini disebabkan mereka dapat merasakan pengalaman langsung, tidak hanya dalam memetik kopi, tetapi juga akan melihat proses pengolahan biji kopi.