"Dengan adanya simulasi ini, seluruh personil di Bandara Sultan Iskandar Muda bisa lebih terlatih atas segala kemungkinan yang terjadi di bandara," kata Takwallah.
Senada dengan Takwallah, Bintang Hidayat dari Otoritas Bandara Wilayah 2, mengatakan simulasi keadaan darurat merupakan kewajiban airport terkait peraturan keselamatan penerbangan.
"Fungsi koordinasi dan latihan ini harus dilakukan untuk melatih stakeholder di airport sebagai bentuk antisipasi keadaan darurat," kata Bintang Hidayat.
Sementara itu, Eksekutif General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Yos Suwagiyono, mengatakan latihan penanggulangan darurat tersebut rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.