Usai Dibajak, Pesawat Bintang Air Alami Kecelakaan di Bandara SIM

October 26, 2018 - 21:30
Ilustrasi penyelamatan pesawat di Bandara Husen/Tribun Jabar

HABADAILY.COM - Pembajakan Bintang Air 705 AR yang terbang dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta membuat pesawat tersebut mengalami turbulensi. Alhasil 158 penumpang pesawat tersebut terpaksa dievakuasi dari pintu darurat saat mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Kamis (25/10/2018). 

Asap tebal terlihat membumbung dari sayap kanan pesawat tersebut. Sementara sebagian badan pesawat dilaporkan terbakar. Dua unit pemadam kebakaran bersama petugas kesehatan terpaksa diterjunkan ke lokasi untuk mengantisipasi insiden tersebut. Beruntung, semua penumpang berhasil diselamatkan.

Kejadian tersebut merupakan simulasi penyelamatan penerbangan yang digelar Angkasa Pura II, di Bandara Sultan Iskandar Muda. Lewat aksi itu, diharapkan seluruh operator yang bertugas di bandara di Blang Bintang lebih sigap dan siaga terhadap kemungkinan kejadian serupa terjadi di kawasan otoritas bandara setempat.

Asisten II Setda Aceh, Takwallah, mengatakan Pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan tersebut. Apalagi, peran bandara Sultan Iskandar Muda dalam mendukung pembangunan Aceh sangat besar.

"Dengan adanya simulasi ini, seluruh personil di Bandara Sultan Iskandar Muda bisa lebih terlatih atas segala kemungkinan yang terjadi di bandara," kata Takwallah.

Senada dengan Takwallah, Bintang Hidayat dari Otoritas Bandara Wilayah 2, mengatakan simulasi keadaan darurat merupakan kewajiban airport terkait peraturan keselamatan penerbangan.

"Fungsi koordinasi dan latihan ini harus dilakukan untuk melatih stakeholder di airport sebagai bentuk antisipasi keadaan darurat," kata Bintang Hidayat.

Sementara itu, Eksekutif General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Yos Suwagiyono, mengatakan latihan penanggulangan darurat tersebut rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. 

Tujuannya, kata Yos adalah untuk menguji personil dalam hal mengantisipasi dan memberikan pertolongan pada korban kecelakaan pesawat udara. Selain itu, simulasi tersebut juga bertujuan untuk menghindari kerugian yang lebih besar sebagai dampak dari suatu kecelakaan.

"Kami berharap kegiatan latihan ini dapat menginspirasi kita akan pentingnya menciptakan sistem penanggulangan darurat yang handal dan dapat diaplikasikan jika memang terjadi keadaan darurat," kata Yos Suwagiyono.[boy]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.