HABADAILY.COM - Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan MM., meminta Majelis Adat Aceh (MAA) untuk merespon dan ikut memberi solusi atas berbagai fenomena yang saat ini berkembang di Aceh. Respon tersebut, kata Sekda, bisa dilakukan dengan cara penguatan adat di semua level.
Berbagai fenomena itu menjadi persoalan serius yang perlu segera untuk diambil tindakan. Dia mencontohkan peredaran narkoba yang kini bukan lagi terjadi di perkotaan, melainkan sudah merambah hingga ke tingkat gampong. Karena itu, kata Sekda, fungsi-fungsi adat perlu untuk lebih ditingkatkan untuk menangkal berbagai fenomena yang mengancam generasi masyarakat Aceh tersebut.
"Fungsikan meunasah, balai semeubet (pengajian) sehingga generasi muda bisa paham akan kekayaan adat istiadat Aceh," kata Sekda Dermawan saat membuka Musyawarah Besar pemilihan pengurus MAA periode 2019-2023 yang mengangkat tema Musyawarah Mufakat Majelis Adat Aceh untuk membina dan melestarikan adat Aceh, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Selasa (23/10/2018).
Untuk memakmurkan meunasah, kata Dermawan, butuh langkah konseptual, di mana meunasah bisa dijadikan tempat berkumpulnya masyarakat dalam memberikan didikan pada generasi muda. Dengan demikian, perbaikan moral generasi Aceh dapat dibina sejak dini.