“Ujaran Kebencian Akan Lahirkan Perpecahan”

September 26, 2018 - 21:36
Diskusi bertema “menghindari perpecahan akibat perbedaan dalam Pilpres” di Aula Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, kampus setempat, Rabu (26/09/2018) | Ist
2 dari 3 halaman

Klaim-klaim tersebut menjadi menakutkan ketika para netizen melakukan framing dan menyebarluaskannya melalui media sosial yang diakses oleh mayoritas anak muda, dan akhirnya lahirlah sikap emosional dalam memperjuangkan pilihannya masing-masing.

“Sebutan-sebutan tersebut membuat sakit hati dan perasaan dendam dari lawan-lawan politik dan akhirnya memicu terjadinya perpecahan dalam masyarakat. Islam sendiri tidak membolehkan umatnya menyakiti perasaan orang lain,” ujarnya.

“Banyak ayat-ayat yang berbicara tentang ini, seperti jangan berburuk sangka kepada orang lain, atau jangan mencari-cari kejelekan orang lain, atau memanggil orang lain dengan laqab (sebutan) yang buruk, itu sudah jelas dalam al-quran, dan tidak perlu buku tafsir khusus untuk memahami makna ayat-ayat ini,” tambahnya Sehat Ihsan.

Sementara narasuber lainnya, Musdawati, MA yang dalam diskusi tersebut mengulas topik “The Power of Emak-emak, Politik dan Pemilu Damai” menyatakan, perempuan akan mampu berkontribusi dalam mendorong pemilu damai, apabila menjadi subjek dalam kontestasi tersebut.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam pemilu belum berkualitas, hal itu dapat dilihat dari banyak perempuan yang dimanfaatkan oleh sekolompok orang untuk kepentingan mereka. “Contoh kasus dalam pemilu 2014, di sebuah daerah ada perempuan dimobilisasi untuk memilih calon tertentu, ini menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi subjek dan juga dapat menjadi objek dalam politik,” katanya.

Sementara itu, Muslahuddin Daud seorang narasumber lainnya menjelaskan bahwa media sosial sekarang sudah mampu bersaing dengan media mainstream yang selama ini menguasai informasi.  Perkembangan tersebut menjadikan semua orang dapat menciptakan informasi dan menyebarkannya kepada masyarakat.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.