“Ujaran Kebencian Akan Lahirkan Perpecahan”

September 26, 2018 - 21:36
Diskusi bertema “menghindari perpecahan akibat perbedaan dalam Pilpres” di Aula Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, kampus setempat, Rabu (26/09/2018) | Ist
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Prodi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar diskusi bertema “Menghindari Perpecahan Akibat Perbedaan dalam Pilpres” di Aula Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, kampus setempat, Rabu (26/09/2018).   

Dalam diskusi kerjasama dengan Lembaga Seuramo tersebut para narasumber menyampaikan betapa pentingnya rasa damai dalam pelaksanaan Pilpres serta tidak mencemooh pasangan calon yang tidak didukung dan menjaga diri agar tidak ditunggangi oleh politik elit tertentu.

Sebagaimana disampaikan Ketua Prodi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry, Dr. Sehat Ihsan Shadiqin, M.Ag.  Menurutnya, propaganda dan muatan kampanye yang diperagakan oleh kelompok pendukung calon presiden dalam pilpres 2019 terlihat mulai cenderung membenarkan kelompok masing-masing dan menjelekkan lawan politik.

“Apabila Ini terus terjadi dampaknya adalah akan berpotensi menghadirkan perpecahan dalam masyarakat pasca pilpres,” kata Sehat Ihsan.

Dikatakan, terjadinya hal-hal tersebut karena kebenaran tidak lagi berkorelasi dengan realitas, namun sengaja diciptakan untuk mendukung kepentingan politik masing-masing kelompok, yang akhirnya kebenaran dianggap sebagai sebuah kebohongan (post truth).

Akibatnya, kerap terlontar ucapan – ucapan seperti sebutan cebong dan kampret kepada kelompok-kelompok calon presiden. Secara umum topik yang paling sering dimunculkan adalah agama dan politik. Dalam bidang politik, muncul istilah-istilah seperti aseng-asing, PKI, hutang, Pelanggar HAM dan sebagainya. Bidang agama muncul ucapan seperti sesat, liberal, radikalis, khilafah, Islam nusantara dan lainnya.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.