Sebagaimana pendirian awalnya yang melibatkan berbagai komponen masyarakat, pihaknya juga berharap dukungan dari seluruh stakeholder untuk turut berkontribusi dalam pengembangan Politeknik Aceh. “Salah satunya kita wujudkan pada hari ini dengan berkumpul dan berdiskusi bersama menyumbangkan pemikiran kita demi kemajuan Politeknik Aceh ke depan,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi dari panitia, FGD yang digelar selama dua hari, 4-5 Juli 2018, ini diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari unsur pemerintahan, akademisi, pihak yayasan, dan sejumlah mitra kerja Politeknik Aceh. Adapun pokok pembahasannya antara lain menyangkut strategi jangka pendek dan panjang pemgembangan kampus, dan penyusunan kembali visi misi Politeknik Aceh. [jp/ril]