“Secara rasional kita tentu akan berfikir bahwa puasa akan melemahkan fisik dan menguras tenaga. Namun karena semangat yang membara dan panggilan iman untuk berjihad, maka puasa yang dilaksanakan menjadi sebuah pendorong yang kuat dalam berperang untuk mencapai kemenangan,” sambung Gubernur.
Sebagai momentum spiritualitas, pria yang akrab disapa Bang Wandi itu menambahkan, mengajak masyarakat untuk menjadikan ramadan sebagai pendorong dalam menumbuhkan sikap peduli kepada anak yatim, fakir miskin dan orang-orang yang lemah dari segi ekonomi.
“Sikap peduli merupakan bentuk kesalehan sosial yang menjadi salah satu pelajaran penting yang kita dapatkan dalam madrasah yang bernama ramadan ini,”pintanya.
Setidaknya, kata Irwandi, ada tiga nilai pokok dalam ibadah puasa, yaitu adanya sikap peduli terhadap lingkungan sosial, adanya keterkaitan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial, dan lahirnya jiwa keagamaan yang inovatif dan penuh semangat dalam melakukan berbagai aktivitas.
“Bulan ramadan menjadi ujian awal untuk menguji etos kerja seseorang. Jika etos kerja meningkat selama ramadan, maka sudah bisa dipastikan secara alamiah bahwa produktivitas kerjanya juga terus meningkat pada bulan-bulan setelah Ramadan,” jelasnya.