Hal senada juga dijelaskan Aldas (34), salah seorang Manajer usaha penampungan, penangkaran lobster PT Pudjiastuti, salah satu sayap usaha hasil laut milik Menteri Susi yang ada di Kabupaten Simeulue, belum lama ini.
"Benar, saat ini kita sedang kesulitan untuk mendapatkan lobster karena para penyelam lobster beralih mencari gurita. Sekarang musim gurita, setelah itu mungkin masuk musim tripang, dan ini juga ada hikmahnya, supaya ada kesempatan lobster berkembang biak di laut," kata Aldas.
Kedua pelaku usaha lobster itu, menyebutkan biasanya dalam satu minggu mampu mengekspor lobster untuk memenuhi permintaan konsumen di luar daerah, sekitar 200 kilogram hingga 1 ton. Sekarang untuk satu bulan hanya mampu mengirim 150 kilogram.
Sedangkan persoalan harga pasar lokal berbagai jenis lobster masih stabil, mulai dari harga Rp 250.000 perkilogram hingga Rp 900.000, dan lobster yang paling murah, jenis lobster kipas dengan harga Rp 60.000 perkilogram, sedangkan harga diluar daerah menjadi lebih tinggi, terutama harga pasar di Jakarta, mencapai Rp 1.200.000 perkilogram terutama lobster jenis mutiara.
Mahlil dan Aldas menerangkan, para pencari lobster beralih mencari gurita karena harga pasar lokal di Kabupaten Simeulue membelinya Rp 40.000 perkilogram hingga Rp 60.000 perkilogram. Tingkat kesulitan pencarian gurita juga sangat minim serta biaya operasional juga tidak mahal. Dalam satu hari rata-rata para pencari gurita mampu mendapatkan lebih dari 3 kilogram gurita.