Mukim Putroe Phang, Kecamatan Baiturrahman, Amirullah mengatakan, kegiatan ini untuk membangkitkan kembali kebiasan atau tradisi rakyat Aceh sebelumnya. Karena selama ini sudah mulai terkikis dengan nasi bungkus, hingga nyaris hilang tradisi seperti ini.
"Ini untuk menghidupkan kembali adat istiadat yang berlaku di Aceh, dalam talam ini ada lauk pauk untuk makanan. Kalau kita kebiasaan nasi bungkus, hilang kebiasaan adat Aceh, kita hidupkan kembali kebiasaan yang lama," jelas Amirullah.
Katanya, idang talam memecahkan rekor dunia ini merupakan swadaya dari masyarakat di Kota Banda Aceh. Ada sembilan kecamatan, 90 gampong di Banda Aceh, setiap gampong membawa 10 hidangan. "Ini murni pertisipasi dari masyarakat, sumbangan dari setiap gampong," jelasnya.
Rekor dunia yang diberikan MURI diterima langsung oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, didampingi Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan sejumlah Forkompinda lainnya.
"Di Aceh banyak kuliner yang istimewa, tinggal bagaimana kita menyajikannya dengan baik," jelas Nova Iriansyah.
Kataya, dalam satu bulan ini, sudah dua rekor MURI diperoleh Aceh. Pertama penari saman terbanyak di Gayo Lues, kemudian memcecahkan rekor dunia 1.074 idang talam terbanyak yang dibawakan oleh laki-laki di Banda Aceh.