DATA BMKG 13 November 2019

Polda Aceh Amankan Penyebar Video Berbau Sara

Polda Aceh Amankan Penyebar Video Berbau Sara

Polda Aceh Amankan Penyebar Video Berbau Sara | FOTO:HABADAILY.COM/AMAL

HABADAILY.COM |Polda Aceh berhasil meringkus pelaku penyebar video tentang pengusiran warga non Aceh yang tersebar sebulan yang lalu di media sosial/ pelaku diciduk pada kamis (7/11/2019 di kawasan Bireun

Video tentang pengusiran warga non Aceh untuk keluar dari Aceh yang viral sekitar pertengahan bulan September 2019 lalu akhirnya terungkap/ pelakunya ditangkap oleh tim gabungan Satgas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Polda Aceh.

Dua orang tersangka diciduk pada Kamis (7/11/2019) sekitar pukul 10.25 WIB di Desa Cot Raboh Baroh, Peusangan, Bireun, Aceh.

“Dua orang pelaku yang ditangkap ini adalah berinisia YIR (55) dan RD (55). Kedua pelaku ini merupakan warga Peusangan, Aceh Utara. Satu diantaranya adalah berperan sebagai orang yang berbicara di dalam video yang membuat masyarakat non Aceh itu resah,” kata Kabid Humas Polda Aceh saat jumpa pers di Mapolda Aceh, Kamis (7/11/2019) malam.

Kedua tersangka ini, tambah Kabid Humas Polda Aceh disangkakan dengan undang-undang tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE) lantaran telah memposting video yang mengandung unsur sara dan membuat keresahan masyarakat.

“Kedua pelaku ini, diduga melakukan tindak pidana ITE  melakukan provokasi atau SARA melalui media sosial Facebook atas nama YI dengan link : https://www.facebook.com/yahdi.smh ,” ungkap Kabid Humas

Kedua tersangka ini diduga ikut terlibat dalam pembuatan dua konten video yang mengandung unsur sara dan menyebabkan ketakutan masyarakat.

Konten video pertama itu diunggah terkait konten yang mendeklarasikan kemerdekaan yang diiringi dengan letusan senjata api, kemudian konten kedua yang diunggah pada 17 September 2019 lalu terkait pengusiran warga non Aceh.

di mana dalam video itu pelaku mengultimatum warga non Aceh yang berada di Aceh untuk keluar sementara dari Aceh, mereka memberi batas waktu hingga tanggal 4 Desember.
 
“Pasal yang disangkakan kepada pelaku adalah pasal 45A ayat 2 junto pasal 28 ayat 2 sesuai dengan UU RI nomor 19/2016 perubahan atas UU RI nomor 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) tentang ujaran kebencian (hate speech) dan SARA,” tambahnya.

Keterlibatan kelompok ini, ungkap Ery, masih dalam tahap pengembangan untuk mencari tahu motif dan siapa saja yang terlibat..

“Di dalam video itu ada enam orang, namun dua diantaranya telah kita tangkap, untuk pengembangan selanjutnya masih dalam penyelidikan dan kita juga masih memburu rekan-rekan lainya,” tegas Ery.

Dikatakan Ery, dalam penangkapan ini petugas mengamankan sejumlah barang bukti, ada 16 item barang bukti yang disita dari kedua tersangka ini di antaranya senjata api laras pendek rakitan beserta amunisi dan ada seragam loreng serta sejumlah bendera.

“Barang bukti yang diamankan berupa, satu buah akun Facebook dengan nama " Yahdi ilar Rusydi Smh" URL https://www.facebook.com/yahdi.smh, empat lembar Screenshot postingan video yang diposting oleh akun "Yahdi ilar Rusydi Smh", satu pucuk senpi laras pendek rakitan, enam butir peluru, satu buah buku tabungan BRI Britama berinisia IH, satu buah pasport berinisial RMJ, dua buah ATM, satu buah KTP, empat unit handphone, satu buah dompet, satu kain sall warna hitam putih kotak-kotak dan enam lembar bendera,” rinci Ery.

Komentar
Baca Juga
Terbaru