Kisah Zafriani: Berjuang Selamatkan Ibu yang Sakit dari Banjir Bandang, Kini Terjepit Lumpur dan Biaya
"Kisah Zafriani adalah potret kecil dari sekian banyak warga Gampong Raya Dagang yang masih berjuang bangkit dari puing-puing banjir bandang, menanti uluran tangan yang mampu memulihkan kembali kehidupan mereka yang hilang"
HABADAILY.COM - Kenangan pahit tanggal 26 November 2025 masih membekas jelas di ingatan Zafriani. Warga Desa Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, Bireuen ini tak menyangka bahwa air yang datang ke rumahnya hari itu bukanlah banjir biasa, melainkan banjir bandang yang melumpuhkan hidupnya.
Hingga hari ini, Sabtu (20/12/2025), genap 22 hari bencana berjalan, namun luka dan kesulitan masih menyelimuti keluarganya.
Zafriani menceritakan bagaimana awalnya ia mencoba menyelamatkan barang-barang berharga seperti kasur, pakaian, dan dokumen penting ke atas lemari, posisi tertinggi di rumahnya. Namun, perkiraannya meleset. Air bah datang dengan kekuatan besar, menerjang seluruh isi rumah tanpa sisa.
"Malam itu kami tidak tahu harus berbuat apa. Tanah yang dibawa air membuat kami trauma. Seluruh tetangga mengalami hal yang sama, kami bingung harus meminta tolong kepada siapa," kenang Zafriani dengan nada lirih.
Di tengah situasi kacau, Zafriani harus berjuang sendirian menyelamatkan anggota keluarganya. Di rumah tersebut, ia tinggal bersama sang ibu yang sedang sakit, kakak perempuan, dan anaknya yang masih kecil. Tidak ada laki-laki di rumah mereka.