Polisi Bekuk Seorang Pemuda Asal Medan Terlibat Kredit Fiktif

Hafiz Erzansyah - habadaily
11 Okt 2018, 11:14 WIB
Polisi Bekuk Seorang Pemuda Asal Medan Terlibat Kredit Fiktif

HABADAILY.COM - RYS (20), karyawan swasta yang merupakan warga asal Desa Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Medan, Sumatera Utara yang selama ini tinggal dan bekerja di Banda Aceh, terpaksa berurusan dengan polisi atas perbuatannya.

RYS bersama dua orang rekannya yang saat ini masih buron yakni ER (23) dan JN (25) diketahui melakukan kredit fiktif di sebuah koperasi yang berada di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh yang merupakan tempat mereka bekerja.

"Penangkapan ini dilakukan atas laporan pemilik koperasi yakni inisial MMS setelah dilakukan pengecekan terhadap kerugian koperasi," ujar Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dhiza Fezuono di Mapolsek, Rabu (10/10/2018).

Dhiza menjelaskan, kejadian ini berawal saat RYS dan dua rekannya yang masih buron itu melakukan pemalsuan dokumen nasabah untuk pinjaman dana koperasi pada bulan Maret dan April lalu. RYS dkk memalsukan dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga dan lainnya untuk mengambil sejumlah dana kredit koperasi.

"Ini dilakukan untuk mengambil dana koperasi, korban selaku pemilik koperasi mengalami kerugian senilai Rp 48 juta dan kemudian melapor ke kita. Tersangka RYS kita tangkap Senin (1/10/2018) lalu di kawasan Gampong Mulia," ungkapnya.

Peran RYS dalam kasus ini, sambung Dhiza, hanya sebagai pembantu dalam mengurus pencairan dana koperasi tersebut. Sementara andil terbesar kredit fiktif itu ada pada tersangka ER dan JN yang kini masih buron.

"RYS ini dapat fee ratusan ribu dari pencarian dana koperasi itu, uang dipegang oleh ER dan JN yang masih buron, menurut informasi mereka kini di Gayo Lues dan Sidikalang, Sumut,"

Saat ini, tersangka masih diamankan di Mapolsek Kuta Alam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi pun masih terus mengembangkan kasus ini.

"Tersangka RYS dijerat Pasal 372 jo 378 KUHPidana tentang Penggelapan dan Penipuan. Kasus ini masih terus kita kembangkan," tambah Iptu Miftahuda Dhiza Fezuono.[acl]

Loading...