36.328 Rumah Warga Hilang Diterjang Banjir Bandang di Aceh

January 1, 2026 - 13:11
Seorang ibu tampak sedang mengayun anaknya di depan reruntuhan rumah miliknya yang hancur diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu di Sawang, Aceh Utara. Foto diambil pada Jumat, 26 Desember 2025. (FOTO: Suryadi KTB | HABADAILY.COM).
1 dari 2 halaman

HABADAILY.COM - Pemerintah Aceh merilis data terbaru mengenai dampak kerusakan infrastruktur pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Berdasarkan data dari Posko Terpadu Pemerintah Aceh dan BNPB per 31 Desember 2025, tercatat sebanyak 129.657 unit rumah warga mengalami kerusakan.

Kerusakan masif ini tersebar luas di 225 kecamatan dan 3.658 gampong di seluruh pelosok Aceh. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan pemulihan terbesar bagi pemerintah daerah di penghujung tahun 2025.

Sekda Aceh, M. Nasir, menjelaskan bahwa dari total ratusan ribu rumah yang terdampak, tingkat kerusakannya terbagi menjadi beberapa kategori, Rusak Berat atau Hilang: 36.328 unit, Rusak Sedang, 22.951 unit dan Rusak Ringan, 46.779 unit.

"Pemerintah Aceh mengambil langkah cepat dengan berencana memanfaatkan material kayu gelondongan yang terbawa arus banjir sebagai bahan baku pembangunan Hunian Sementara (Huntara)," Kata M Nasir, Kamis (01/01/2026). 

Langkah ini diperkuat dengan terbitnya Surat Edaran Kementerian Kehutanan Nomor: S.467/PHL/IPHH/PHL.04.01/B/12/2025 pada 8 Desember 2025. Berdasarkan regulasi tersebut, kayu-kayu ini dikategorikan sebagai "kayu temuan" yang sah secara hukum untuk digunakan demi asas kemanusiaan.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.