DATA BMKG 27 Oktober 2020

Identitas Negeri dan Seragam Pramusaji di Warkop PNS

Identitas Negeri dan Seragam Pramusaji di Warkop PNS

Dua karyawan warkop haikal atau yang dikenal warkop PNS di Kota Sinabang, Simeulue tengah meramu kopi untuk para pelanggannya | Ahmad | Habadaily.com

HABADAILY.COM – Seperti warung kopi lainnya, saban pagi hingga malam mereka terus melayani para tamu peminat berbagai jenis minuman di warung kopi itu. Namun pramusaji pada warkop yang satu ini, sedikit berbeda dengan warung-warung kopi lain di wilayah itu. Tak heran bila kemudian warkop tersebut dipadati banyak pelanggan setiap harinya.

Cara mereka menarik minat pelanggan, tidak hanya menerapkan cepat saji plus keramahan dan tutur kata yang sopan-santun dalam menerima tamu. Tetapi, juga dibaringi penampilan rapi, bersih dan bermotif  para pramusajinya, sehingga para tamu tak bosan minum kopi di sana. Tak beda seperti pekerja kantoran, setiap hari pakaian (kostum) mereka berganti.

Seperti pada Rabu 22 November 2017, para pramusaji warung yang berada di kawasan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue ini memakai pakaian rapi jenis batik. Kata mererka, mereka memakai batik, selain mencintai produk Indonesia, motifnya membawa bentuk kewibaan bagi yang memakainya. Sehingga sejak dua bulan lalu ragam ini sudah diterapkan di warkop tersebut.

Warkop itu memilik lebih enam orang karyawan, dengan intensitas kerja selama 24 jam secara bergantian untuk melayani penikmat kopi yang setiap harinya mencapai 500 orang. Harga kopi di warung bermerek Haikal namun lebih dikenal warung PNS Sinabang tersebut, sangat terjangkau. Rp.2.000 untuk segelas kopi pancong, Rp.3000 bila minta segelas penuh.

Disebut warung PNS  karena rata-rata penikmat kopi di sana di dominasi para PNS, karena posisi warung hanya terpaut sekitar 100 meter dari kantor bupati dan 50 meter dari kantor DPRK Simeulue. Mulai pukul 09.00 WIB mulai ramai didatangi PNS. Bahkan di saat jam kerjanya PNS. Tak heran bila Satpol PP di sana kerap mendatang warung itu untuk "menghalau" para PNS bandel, ngopi pada jam kerja.

"Benar, karyawan kita resmi gunakan seragam batik sekitar dua bulan lalu, selain batik juga menjadi identitas nasional, saya juga lebih senang melihat karyawan saya pakai baju batik," kata Julhamsyah, pemilik warung kopi kepada media ini saat ngopi di warkop terebut, Rabu 22 November 2017

Masih menurut dia, seragam kemeja batik yang digunakan karyawannya ada dua corak, dengan motif dasar warna merah dan warna biru tua yang dihiasi pernak pernik lainnya. Hampir mirip dengan dinas batik PNS di sana. Bedanya untuk batik PNS ada gambar lobster dan buah cengkeh.

"Seragan seperti karyawan warkop ini patut kita dukung. Batik merupakan salah satu aset nasional dan PNS kita juga gunakan batik untuk pakaian dinas," ujar Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue, Bardansyah Ali.

Dari ratusan warkop di Kota Sinabang, Simeulue, warung yang satu ini memang seperti menjadi idola bagi warga di sana. Entah karena lokasinya di pinggiran jalan nan strategis atau rasa kopinya yang nikmat. Sebab, warkop tersebut juga menjadi tempat mangkalnya para kuli tinta di sana.

"Banyak warung kopi di Simeulue, hanya warung kopi ini kami kerap menyebutnya warkop PNS, karyawannya memakai baju batik. Kesannya rapi dan berkualitas seperti PNS atau orang kantoran juga hehehe," celutuk seorang jurnalis di Simeulue.[jp]

Komentar
Terbaru