DATA BMKG 16 April 2021

Dua Sumur Wakaf Ureung Aceh Dibangun di Palestina

Dua Sumur Wakaf Ureung Aceh Dibangun di Palestina

Proses finishing Sumur Wakaf pertama dari Ureung Aceh yang diinisiasikan oleh ACT, berada di Kota Al-Musaddar, Jalur Gaza, Palestina.

HABADAILY.COM—Sumur Ureung Aceh di Palestina kini sudah mulai dibangun. Gerakan wakaf sumur Palestina yang diinisiasi oleh ACT Aceh sejak Mei 2020 ini telah berhasil mendukung pembangunan dua buah sumur di Palestina.

Kedua sumur ini dibangun di daerah Alshayma Gaza Utara dan Al Musaddar di Jalur Gaza. Kondisi penduduk di dua kota ini didominasi oleh masyarakat pra sejahtera sehingga mereka kesulitan untuk membeli air sedangkan air di daerahnya tak layak konsumsi.

Blokade yang telah berlangsung selama belasan tahun ciptakan krisis akumulatif yang berdampak kepada semua aspek kehidupan masyarakat Palestina termasuk runtuhnya ekonomi dan rusaknya lapisan tanah yang berujung pada pencemaran air. Badan kesehatan dunia atau WHO mencatat sekitar 97% air di pemukiman Gaza sudah tercemar za-zat berbahaya dan tidak layak dikonsumsi. Kota Al-Shayma dan Al-Musaddar ini merupakan dua wilayah terdampak yang mengalami krisis air bersih. Dua kota ini mempunyai total penduduk berkisar 14 ribu hingga 15 ribu penduduk yang 85% di antaranya adalah masyarakat pra sejahtera.

Alshayma, Beit Lahia, yang terletak di Gaza Utara merupakan salah satu kota tertua di Palestina. Posisi Beit Lahia yang berada di sebelah utara Gaza memberikan keuntungan di bidang pertanian, dimana air di wilayah ini dianggap sebagai air paling segar dan bersih di Jalur Gaza. Namun serangan dan blokade terus-menerus dilakukan oleh Israel menyebabkan banyak kerusakan pada tanah dan berdampak pada kualitas air di wilayah tersebut.

Kondisi ekonomi yang rendah membuat masyarakat disana juga menghadapi berbagai permasalahan lainnya mulai dari kurangnya pasokan listrik, tingginya angka pengangguran dan kemiskinan, hingga runtuhnya sektor perikanan. Begitu pula dengan Kota Al-Musaddar yang termasuk wilayah dengan tingkat pencemaran air yang tinggi. Mayoritas masyarakat di kota ini berprofesi sebagai petani zaitun dan beberapa sayur musiman dengan penghasilan rendah. Letaknya yang berada di dataran tinggi turut mempengaruhi akses air di wilayah ini dan kondisi sosial ekonomi yang rendah membuat masyarakat di kota Al-Musaddar belum mampu membangun sarana akses air bersih seperti sumur.

Proses pembangunan sumur wakaf Palestina amanah ureung Aceh di Alshayma dan Al-Musaddar sudah dimulai. Tim Global Wakaf ACT berupaya untuk menyelesaikan pembangunan sumur wakaf Palestina hingga akhir. “Saya turut bahagia atas kedermawanan ureung Aceh untuk membantu saudara kita di Palestina hingga terwujudlah pembangunan dua sumur wakaf ini. Semoga Allah membalas kebaikan masyarakat Aceh dengan pahala yang terus mengalir seperti air yang dialirkan nantinya dari sumur wakaf ini,” ujar Laila Khalidah selaku Kepala Cabang ACT Aceh. [NND]

Komentar
Baca Juga
Terbaru