Motif Sulubayung: Jejak Awan yang Menyatukan Identitas Aceh Barat

April 21, 2026 - 16:00
Motif Sulubayung: Jejak Awan yang Menyatukan Identitas Aceh Barat. (FOTO: Screenshot YouTube I Budaya Aceh Barat)
2 dari 3 halaman

Hal ini menjadikan Sulubayung bukan hanya sebagai kebanggaan, melainkan juga hak cipta kultural Aceh Barat yang patut dijaga dan dilestarikan.

Inong Aceh Barat 2024, Puja Rahma Kusumaningrum, turut memberikan pandangannya. Ia menyebut Sulubayung sebagai identitas visual yang harus terus dihidupkan, terutama di tengah arus modernisasi di mana peran generasi muda menjadi sangat krusial.

“Sulubayung adalah bahasa budaya. Kalau generasi muda tidak memahami maknanya, kita hanya akan mewarisi bentuk tanpa jiwa,” kata Puja kepada Habadaily.com, Selasa (21/04/2026).

Juara 2 Agam Inong Aceh 2024 ini, juga menekankan pentingnya inovasi tanpa meninggalkan nilai dasar budaya. Menurutnya, mengaplikasikan motif Sulubayung pada produk modern seperti tas, busana kasual, hingga dekorasi interior adalah langkah strategis untuk memperluas eksistensinya.

"Tentu, Agam Inong Aceh yang berasal dari Aceh Barat akan terus melakukan langkah-langkah efektif dalam menyebarluaskan jejak awan yang menyatukan identitas daerah ini. Sebagai Duta Wisata, kami terus memperkenalkan dan mempromosikannya. Saat PON kemarin, misalnya, kami memperkenalkan motif ini kepada masyarakat dan para pendatang. Kami juga gencar memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan Sulubayung ke khalayak ramai," ujarnya.

Motif Sulubayung: Jejak Awan yang Menyatukan Identitas Aceh Barat. (HO I Duta Wisata Aceh Berat 2024).

Pandangan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dan para pegiat budaya. Kartika Eka Sari dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat menyebutkan bahwa revitalisasi motif ini terus dilakukan, salah satunya melalui penelitian dan pelatihan secara langsung kepada para pengrajin.

Saat ini, Sulubayung semakin banyak digunakan dan diproduksi oleh pengrajin kasab di daerah Samatiga, Aceh Barat, di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Motif ini bahkan mulai merambah tren fesyen modern berkat kreativitas para perajin lokal.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.