Ia menekankan bahwa kunci kemajuan Aceh ke depan terletak pada hilirisasi industri. "Sinergi antara pemanfaatan sumber daya mentah dan hilirisasi industri menjadi kunci utama agar kekayaan alam memberikan nilai tambah ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat," tambahnya.
Terkait isu perkotaan, Sekda Aceh memaparkan data statistik yang memproyeksikan urbanisasi di Indonesia akan menembus angka 65 persen pada tahun 2045. Mengingat kontribusi kota terhadap ekonomi global mencapai 80 persen, ia mendesak para anggota APEKSI untuk segera menangkap peluang strategis tersebut. M. Nasir menjelaskan bahwa secara teknis, setiap kenaikan satu persen urbanisasi yang terkelola dengan baik berpotensi mendongkrak PDB per kapita sebesar 3 hingga 5 persen. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya akselerasi transformasi menuju Smart and Green Cities guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Pemerintah Aceh mengajak para delegasi dan tamu dari luar daerah untuk tidak hanya menikmati kuliner dan budaya melalui expo ini, tetapi juga menjadi jembatan bagi para investor.
"Kami mengajak jajaran Pemerintah Kota untuk mendorong para pelaku usaha di wilayah Bapak/Ibu agar melirik potensi investasi yang luar biasa di Serambi Mekkah," tutup M. Nasir.(*)