Kuah Ie Laot di Mata Duta Wisata Aceh Utara 2025
Muqsal Mina, Duta Wisata Aceh Utara 2025, menegaskan pentingnya menjaga kuliner tradisional ini sebagai identitas daerah.
“Kuah Ie Laot adalah bukti nyata bahwa masyarakat Aceh Utara memiliki kearifan lokal yang luar biasa dalam memanfaatkan alam. Ini bukan hanya soal rasa, tetapi tentang sejarah, perjuangan, dan nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sebagai Duta Wisata, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk terus memperkenalkan dan menjaga warisan ini agar tidak hilang ditelan zaman, serta dapat dikenal lebih luas hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Muqsal Mina kepada Habadaily.com, Rabu (15/04/2026).
Muqsal Mina juga mengutip pengakuan Abu Bakar, salah satu tokoh masyarakat yang masih setia menjaga tradisi tersebut.
“Kuah Ie Laot ini adalah warisan yang dititipkan orang tua dulu sampai ke saya. Saya juga harus mewariskan ke generasi muda, agar tetap hidup dan bisa dirasakan oleh anak cucu kita nanti,” ungkapnya..
Pasangan Inong Duta Wisata Aceh Utara 2025, Nursyifa Syawani ini, turut menyampaikan pernyataan dari pemilik Sulthan Caffe yang mempelajari resep tersebut secara turun-temurun.
“Mereka belajar memasak kuah ini dari orang tua zaman dulu. Biasanya yang memesan justru orang luar daerah yang penasaran dengan rasa Kuah Ie Laot, sementara orang lokal sudah terbiasa memasaknya sendiri di rumah. Tapi ada juga beberapa pelanggan yang suka dan memesan berulang kali,” jelasnya.
"Kemarin kami sempat memesan untuk kebutuhan video seharga Rp200.000, sekalian dimasak langsung di depan kami. Alhamdulillah, kemarin kami dapat lima porsi," sebut Muqsal Mina, seraya menambahkan bahwa harga bisa bervariasi sesuai dengan pesanan.
Keunikan Kuah Ie Laot
Keunikan Kuah Ie Laot tidak hanya terletak pada bahan dan cara memasaknya, tetapi juga pada nilai yang terkandung di dalamnya. Hidangan ini mencerminkan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.