
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bang Rusyidi. Beliau sangat perhatian kepada kami. Sudah empat kali beliau datang ke tenda kami untuk memberikan dukungan moral dan materil,” ungkap M. Amin.
Kehadiran Ceulangiek memang bukan yang pertama. Sejak malam pertama para pengungsi bertahan di lokasi, ia sudah datang memberikan dukungan. Hingga memasuki malam ke tujuh, sosoknya masih setia berada di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan keluh kesah, sekaligus membawa bantuan.
Bagi para pengungsi, Ceulangiek bukan sekadar pejabat, tetapi sosok yang benar-benar hadir di saat mereka membutuhkan.
Momentum meugang kali ini pun menjadi lebih bermakna. Bukan hanya tentang daging yang dibagikan, tetapi tentang rasa kebersamaan, kepedulian, dan kehadiran nyata seorang wakil rakyat di tengah penderitaan masyarakatnya.[]