Puluhan Desa Hilang, Pemulihan Bencana Hadapi Dampak Berlapis

February 19, 2026 - 12:32
Mendagri, Tito Karnavian. [Ist]
2 dari 3 halaman

Di Sumatra Barat, seluruh pengungsi telah kembali ke rumah atau mendapatkan hunian sementara. Sebelumnya terdapat 16.164 pengungsi, namun kini tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda darurat.

Di Sumatra Utara, jumlah pengungsi menurun dari 53.053 orang menjadi 850 orang, yang seluruhnya berada di Kabupaten Tapanuli Tengah akibat banjir susulan.

Sementara di Aceh, pengungsi tersisa 12.144 orang dari sebelumnya sekitar 1,4 juta jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kabupaten Aceh Utara.

Bencana tersebut juga menimbulkan kerusakan besar pada permukiman dan infrastruktur. Di Aceh saja, rumah rusak tercatat mencapai 256.258 unit dengan berbagai kategori kerusakan, selain kerusakan fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, jalan, jembatan, serta lahan pertanian dan perkebunan.

Di wilayah pegunungan, longsor menjadi penyebab utama terputusnya akses jalan dan jembatan, sementara di dataran rendah banjir bandang membawa lumpur dan kayu yang merendam permukiman serta fasilitas publik. Sejumlah daerah pegunungan bahkan sempat terisolasi, memicu krisis pasokan pangan pada hari-hari awal bencana.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Bulog untuk memastikan stok pangan minimal tiga bulan di daerah rawan bencana, terutama wilayah pegunungan.

Buka Akses Wilayah Terisolasi

Sejak masa tanggap darurat, pemerintah mengerahkan 90.109 personel gabungan dari TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta relawan. Sebanyak 2.185 unit alat berat juga dikerahkan untuk membuka akses wilayah terisolasi, membersihkan lumpur, dan mempercepat pemulihan infrastruktur.

Dari total 337 titik pembersihan lumpur, sekitar 70 persen telah diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.