Selanjutnya, pemantauan berlanjut ke SPBU di area Seumadam, Aceh Tamiang. SPBU ini berperan juga sebagai SPBU penyangga untuk penyaluran BBM wilayah bencana.
“Penyangga ini artinya, saat terjadi gangguan pada SPBU yang langsung melayani wilayah bencana, dapat dipenuhi atau ditopang oleh SPBU ini. Dalam rangka pemulihan bencana, stok dan distribusi atau penyaluran BBM baik subsidi maupun nonsubsidi berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Dari sisi pasokan, kondisi stok BBM dalam keadaan aman untuk kebutuhan harian. Masyarakat dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari didukung dengan ketersediaaan BBM, baik BBM subsidi dan kompensasi negara serta jenis BBM umum lainnya. Selain memastikan keamanan pasokan serta distribusi, dilakukan juga uji mutu dan akurasi volume BBM yang keluar dari nozzle di SPBU melalui uji berat jenis (densitas).
“Setelah melakukan monitoring ke 3 SPBU serta evaluasi, stok BBM di SPBU tersedia dan terpenuhi oleh Pertamina Patra Niaga. Kita juga lakukan uji tera, cek warna dan densitas, semua masih dalam ambang batas toleransi yang ditetapkan. Secara fisik, BBM subsidi dan kompensasi negara kualitas secara warna sama. Secara Ketentuan regulasi, semua terpenuhi,” pungkas Wahyudi. []