Regina mengaku, tim gabungan menerapkan metode pendekatan psikososial untuk memulihkan kondisi emosional anak-anak yang terdampak bencana. Seperti, Permainan Interaktif yang dirancang untuk mengurangi kecemasan dan mengembalikan keceriaan anak.
"Kami juga melakukan, Edukasi Sanitasi Dasar dengan Sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar para pengungsi terhindar dari penyakit selama berada di lingkungan darurat," akunya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Riseh Tunong, Abdurrahman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Kehadiran dosen dan mahasiswa dari dalam dan luar negeri ini memberikan manfaat nyata bagi anak-anak kami yang sangat membutuhkan pendampingan pascabencana," ungkap Abdurrahman.