HABADAILY.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi Forum Solidaritas Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Aceh, Jumat (9/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sekda menyampaikan langkah-langkah strategis pemerintah dalam penanganan bencana, termasuk perpanjangan masa tanggap darurat.
Sekda M. Nasir mengungkapkan bahwa Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf atau Mualem resmi memperpanjang masa tanggap darurat mulai tanggal 9 hingga 22 Januari 2026. Untuk mengoptimalkan penanganan, pemerintah tengah menyusun Quick Win (target cepat) untuk 14 hari ke depan dan program lanjutan untuk 30 hari berikutnya.
Dalam upaya percepatan penanganan pascabencana, Pemerintah Aceh menetapkan fokus pemulihan pada enam klaster utama yang meliputi pencarian dan pertolongan, logistik, pengungsian dan perlindungan, kesehatan, pendidikan, serta pemulihan wilayah. Strategi ini diambil untuk memastikan setiap aspek kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara komprehensif dan terukur.
Pada klaster logistik, pemerintah melakukan inovasi distribusi untuk menembus wilayah pedalaman yang terisolasi. Selain mengandalkan bantuan dari udara (air drop), distribusi kini melibatkan komunitas relawan motor trail dan offroad guna menjangkau titik-titik yang sulit dilalui kendaraan standar.
Sementara itu, untuk klaster pengungsian, fokus dialihkan pada penyediaan hunian jangka panjang melalui komitmen Pemerintah Pusat dalam membangun Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap).