HABADAILY.COM - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan Aceh Tamiang, pada 26 November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam. Sebanyak 34 rumah di Dusun Pengidam, Kecamatan Tamiang Hulu, dilaporkan hilang terseret arus. Kini, wilayah yang dulunya pemukiman warga tersebut berubah menjadi hamparan luas yang tertutup ribuan kubik kayu gelondongan.
Pemukiman yang Berubah Menjadi Lautan Kayu Pemandangan di Dusun Pengidam saat ini sangat memprihatinkan.
Baca Juga: 04 Desember 2025: Kampung Skumur Aceh Tamiang Hilang, Hanya Tinggal Masjid yang Berdiri
Sejauh mata memandang, hanya terlihat tumpukan kayu besar yang menimbun sisa-sisa reruntuhan. Saat banjir melanda, kayu-kayu gelondongan inilah yang menghancurkan rumah warga hingga rata dengan tanah. Sebagian bangunan hilang tak berbekas, sementara sisanya terkubur di bawah material kayu dan lumpur.
Akibat kejadian ini, sebanyak 27 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Mereka kini terpaksa bertahan di pengungsian dengan fasilitas yang serba terbatas, sementara pembersihan material kayu masih sulit dilakukan.

Krisnawati, salah seorang warga terdampak, tak mampu membendung air mata saat menceritakan musibah tersebut. Ia sangat berharap pemerintah segera turun tangan membantu proses pembersihan desa dan membangun kembali rumah mereka yang hancur.
Senada dengan itu, Sekretaris Desa Pengidam, Mahruzal, menyatakan bahwa kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah hunian sementara (Huntara).
"Kondisi di tenda pengungsian sangat terbatas. Kami berharap pemerintah memberikan izin kepada warga untuk mengolah kayu-kayu sisa banjir ini agar bisa dimanfaatkan menjadi bahan bangunan untuk hunian sementara mereka," kata Mahruzal, Mingggu (04/01/2025).

Pemerintah daerah saat ini tengah mengupayakan pembangunan total 600 unit hunian sementara bagi para korban banjir di Aceh Tamiang. Dari target tersebut, sebanyak 200 unit telah selesai dan siap dihuni, sementara 400 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Penulis: Taufik Kelana
Editor: Suryadi KTB