Pengakuan Faisal, Penjual Bakso di Aceh Tamiang Dengar Tangisan Bayi di Tengah Gelap Gulita Banjir Bandang

December 25, 2025 - 17:16
Korban banjir bandang di Aceh Tamiang. M Faisal. (FOTO: Suryadi KTB I HABADAILY.COM)
2 dari 3 halaman

Total ada 13 orang yang berhasil ia arahkan ke sebuah rumah warga berlantai dua yang masih kokoh. Di sana, mereka terjebak selama enam hari enam malam.

"Alhamdulillah, pemilik rumah sangat baik. Kami diberi tumpangan dan berbagi stok makanan seperti beras, mie instan, dan telur untuk bertahan hidup," ujarnya.

Faisal menceritakan betapa mencekamnya suasana malam itu. Dari lantai dua, ia melihat warga lain berjuang menyelamatkan diri dengan batang pisang atau jerigen di tengah arus yang membawa bongkahan kayu besar.

"Sekitar jam 12 malam lewat, suasana gelap gulita. Kami mendengar suara jeritan minta tolong dan tangisan bayi di kejauhan. Saya ingin mencari sumber suara itu, tapi ditahan oleh pengungsi lain karena arus terlalu berbahaya. Itu sangat mengerikan," ungkap Faisal dengan suara bergetar.

Pasca banjir surut, Faisal mendapati kenyataan pahit. Seluruh hartanya, mulai dari rumah mertua, gerobak bakso, hingga alat masak habis tersapu banjir. Ia benar benar harus memulai hidup dari titik nol.

Sempat pulang ke rumah orang tuanya di Gampong Paya Demam, Lhok Nibong, hatinya justru merasa terpanggil untuk kembali ke Aceh Tamiang demi membantu korban lainnya.

Kini, bencana dashat itu telah usai. Namun, demi menyambung hidup, kini Faisal bekerja sebagai relawan bongkar muat logistik bantuan di Aceh Tamiang.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.