Banjir Aceh 2025

Jumlah Korban Meninggal Banjir Aceh Capai 389 Jiwa, Per 08 Desember 2025

December 8, 2025 - 20:19
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain didampingi Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Posko Tanggap Darurat, Senin (8/12/2025) siang.

HABADAILY.COM - Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, melaporkan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap bencana hidrometeorologi di Aceh telah mencapai hampir 80 persen.

Sementara itu, hingga pukul 13.38 WIB, total 4.271 orang telah dievakuasi. Dari jumlah itu, 389 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 62 orang masih dalam pencarian. Korban hilang terbanyak berada di Aceh Tengah (24 orang), diikuti Aceh Utara (14 orang) dan Bener Meriah (11 orang).

Dalam operasi SAR yang telah berlangsung selama 14 hari ini, berbagai peralatan dikerahkan termasuk rescue car, perahu karet (LCR), perahu fiber, drone, alat komunikasi, serta kapal SAR KN Purworejo yang disiagakan di Lhokseumawe.

“Kita bisa memastikan ini bahwa operasi sudah hampir 80 persen Insyaallah. Daerah-daerah sebagian besar sudah kami susuri," kata Al Hussain dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Posko Tanggap Darurat, Senin (8/12/2025).

Baca Juga: Aceh Terima Bantuan Genset Darurat 50 MW dari PLN

Baca Juga: Jumlah Korban Meninggal Banjir Aceh Capai 389 Jiwa, Per 08 Desember 2025

Baca Juga: Gubernur Mualem: Korban Banjir di Aceh Mulai Terserang Penyakit

"Total personel yang melekat pada kita itu lebih dari 400 orang. Sementara yang tersebar itu lebih dari 2000 yang dibantu oleh TNI-Polri," jelasnya.

“Fokus operasi kita adalah pencarian 62 korban yang masih belum ditemukan. Hari ini kita juga laksanakan operasi di Bireuen, tepatnya di wilayah Peusangan dan Peudada. Di Aceh Utara, pemantauan kami dilakukan di Tanah Jambo Aye menggunakan drone. Sementara di Aceh Tamiang, tim melaksanakan patroli dan penyisiran di Sungai Tamiang untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam evakuasi,” jelasnya.

Menurutnya, kendala operasi SAR saat ini berada di Aceh Tengah dan Bener Meriah, dua wilayah yang masih sulit diakses melalui jalur darat. Untuk memperkuat operasi di daerah tersebut, Basarnas telah menerbangkan personel menggunakan pesawat BNPB, dibantu Satgas SAR setempat yang sejak awal sudah berada di lapangan.

Editor: Suryadi

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.