Muzakarah Saudagar Aceh 2025: Dorong UMKM Tembus Pasar Global dan Rumuskan Terobosan Ekonomi

November 24, 2025 - 17:43
Gelaran Muzakarah Saudagar Aceh bersamaan dengan UMKM Expo Saudagar Aceh 2025, di Balai Meuseuraya Aceh (BMA) selama tiga hari, 21-23 November 2025. (FOTO: untuk Habadaily.com)

HABADAILY.CM – Gelaran Muzakarah Saudagar Aceh bersamaan dengan UMKM Expo Saudagar Aceh 2025 menjadi magnet bagi pelaku usaha lokal, tokoh diaspora Aceh, serta buyer nasional dan internasional.

Semangat kewirausahaan dan kolaborasi global memenuhi Balai Meuseuraya Aceh (BMA) selama tiga hari, 21-23 November 2025.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (MPW ISMI) Aceh dengan Diaspora Global Aceh (DGA), didukung penuh oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh, dengan tujuan utama memperkuat UMKM dan mendorong penetrasi produk Aceh ke pasar dunia.

Ketua MPW ISMI Aceh, Nurchalis SP MSi, menyatakan acara ini adalah momentum strategis untuk membangkitkan ‘DNA Saudagar Aceh’ dan mendukung visi kepemimpinan daerah.

“Kami ingin produk lokal kita dikenal dunia, dengan kualitas dan jaringan yang kuat. ISMI siap bersinergi untuk lompatan ekonomi Aceh,” kata Nurchalis, Senin (24/11/2025).

Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Dr Ir Zulkifli MSi, yang mewakili Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) mengaku, Pemerintah Aceh berkomitmen agar UMKM lokal dapat naik kelas dan memiliki daya saing global.

“Kami sangat mengapresiasi forum dan event seperti ini karena mengkoneksikan pelaku UMKM dengan saudagar-saudagar di luar Aceh,” ujar Zulkifli.

Ketua Umum MPP ISMI, Dr Ing Ilham Akbar Habibie MBA, merekomendasikan Aceh dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Halal.

Ilham Akbar Habibie juga menekankan bahwa Aceh harus melihat Kerja sama Segitiga Pertumbuhan Indonesia–Malaysia–Thailand (IMT-GT) sebagai peluang strategis.

“Dinamika geopolitik global yang kini terjadi membuat perdagangan internasional semakin menantang. Kerja sama segitiga pertumbuhan Indonesia–Malaysia–Thailand (IMT-GT) harus dibuat sebagai peluang strategis," akunya.

Saudagar Aceh di Malaysia, Datuk Haji Mansyur Usman, merekomendasikan Pemerintah Aceh segera mengimplementasikan jalur dagang Aceh-Malaysia melalui Pelabuhan Krueng Geukueh-Penang, minimal seminggu sekali.

Pakar Halal Supply Chain Dunia, Prof Dr Marco Tieman, memberikan wawasan mendalam tentang standar internasional yang harus dipenuhi produk Aceh.

Ketua DGA, Dr Ir Mustafa Abubakar, menekankan peluang besar yang dapat dibuka oleh jaringan diaspora Aceh di lebih dari 20 negara sebagai jembatan nyata ke pasar internasional.

Plt Kepala Diskop UKM Aceh, Zulkifli, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Dengan dukungan yang terarah, UMKM Aceh tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga memperluas jaringan pemasaran ke berbagai dunia,” katanya.

Ada Sepuluh UMKM lokal Aceh terpilih melanjutkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan diaspora global.

Selain itu, puluhan UMKM lain akan terus mendapatkan pendampingan dari MPW ISMI Aceh bersama Diskop UKM Aceh agar siap bersaing di pasar global.

Sementara itu, dalam rangkaian acara, MPW ISMI Aceh juga menyerahkan ISMI Award 2025 kepada sebelas tokoh Aceh yang berjasa dalam mendorong kemajuan ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah.

Para penerima penghargaan: Surya Paloh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, Dr Mustafa Abubakar, Abdul Latief, H Ibrahim Pidie, Dr (HC) H Rusli Bintang, (Alm) Dr Mr Teuku Mohammad Hasan, (Alm) Prof Dr Ibrahim Hasan MBA, (Alm) H Harun Keuchik Leumik, (Alm) Teuku Markam, dan Tan Sri Dato’ Seri Sanusi Junid.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata para tokoh dalam mengangkat marwah Aceh di tingkat nasional maupun internasional.

Acara ditutup dengan persembahan seni budaya islami.

Editor: Suryadi

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.