Apa Kaoy dan Bang Prak Tampilkan 'Him Aceh' di Pameran Kriya Dekranasda Aceh 2025

November 9, 2025 - 19:42
Penampilan Kolaborasi Seni, Dua seniman kawakan Aceh, Muhammad Yusuf Bombang (Apa Kaoy) dan Muhammad Insya (Isa The Prak), pada Pameran Kriya Unggulan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) se-Aceh yang digelar di Lapangan Bank Aceh, Pasar Tani, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (08/11/2025). (FOTO: Suryadi KTB I Habadaily.com)

HABADAILY.COM - Penampilan Kolaborasi Seni, Dua seniman kawakan Aceh, Muhammad Yusuf Bombang (Apa Kaoy) dan Muhammad Insya (Isa The Prak), pada Pameran Kriya Unggulan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) se-Aceh yang digelar di Lapangan Bank Aceh, Pasar Tani, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (08/11/2025) menjadi saksi dari sebuah pertunjukan seni yang istimewa.

Dimana Apa Kaoy dan Isa The Prak pertama sekali dalam sejarah berkolaborasi dalam sebuah pementasan bertajuk Pertunjukan Sastra Aceh Kolaborasi, yaitu karya "Him Aceh".

Kehadiran Apa Kaoy dan Isa The Prak ini menjadi daya tarik bagi pengunjung pameran yang memamerkan produk-produk kerajinan unggulan dari seluruh Aceh ini.

Apa Kaoy yang dikenal luas sebagai Mestro Seniman Tutur, membuktikan dirinya sebagai seniman serba bisa. Selain keahliannya dalam seni tutur, ia juga dikenal sebagai penulis puisi dan esai yang karyanya padat, mengalir, dan imajinatif.

Sementara itu, Muhammad Insya, atau akrab disapa Bang Prak, adalah sosok yang telah lama malang melintang di dunia hiburan Aceh. Ia dikenal sebagai penyanyi, MC, dan juga bintang film.

Dalam Pertunjukan Sastra Aceh Kolaborasi kali ini, kolaborasi unik keduanya membawakan "Him Aceh" yang dipadukan secara apik dengan musik dan lagu-lagu Aceh, menciptakan harmoni yang menyentuh dan sarat makna.

"Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya khazanah seni dan sastra Aceh di mata publik," kata Apa Kaoy.

Apa Kaoy mengaku, penampilan kali ini benar benar sebuah kombinasi yang  luar biasa, dengan menghadirkan program kekinian, namun tidak menghilangkan khazanah Aceh itu sendiri.

"Tentu perkembangan dan pola sosialisasi suatu program saat ini butuh perkembangan, hal yang sama dengan Him Aceh juga dilakukan dengan ramuan kekinian, Him Aceh bisa disampaikan secara sederhana agar semua pihak bisa menerima dengan gampang, baik itu dikalangan anak anak maupun orang dewasa," ujarnya.

Apa kaoy juga berharap, kedepan hal setiap program khazanah Aceh bisa terus disosialisiakan agar tidak lekang ditelan zaman.

"Sangat penting, setiap khazanah Aceh terus di pertahankan, agar tidak hilang ditelan zaman, sayang sekali kalau hak kekayaan aceh hilang sejarahnya," harap Apa Kaoy.

Pameran Kriya Unggulan Dekranasda se-Aceh 2025 ini berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada Sabtu dan Minggu, 8-9 November 2025. Acara ini menjadi wadah penting untuk mempromosikan produk kerajinan unggulan dari berbagai daerah di Aceh.

Pameran kali ini diikuti oleh 23 perajin dari Dekranasda seluruh Aceh dan dimeriahkan oleh partisipasi 100 UMKM lainnya. Ratusan stan ini menyajikan beragam produk mulai dari kerajinan tangan, makanan khas, hingga produk dari sektor perbankan.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.