"Ada banyak manfaat bagi Aceh dengan diakuinya Hikayat Aceh dan karya-karya Hamzah Fansuri sebagai Memory of The World oleh UNESCO. Ini merupakan promosi gratis bagi khasanah Aceh, branding dan pengakuan internasional, pelestarian warisan dokumen secara global," ujarnya.
Ketua Umum Majelis Seniman Aceh, Chairiyan Ramli, menyampaikan bahwa kesuksesan acara ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 1 Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, UPTD Museum Aceh, UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, Bank Aceh, Universitas Ubudiyah Indonesia, UIN Ar-Raniry, Masyarakat Penaskahan Nusantara Aceh, Krakustik, Sekolah Hamzah Fansuri, Kasga Record, dan pihak-pihak lainnya.
"Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat dan mempelajari warisan budaya Aceh yang tak ternilai harganya," harapnya.
Editor: Suryadi