Hingga kini, SuKamoSa telah melahirkan lebih dari 60 karya komposisi musik dan lagu yang telah dipentaskan di berbagai panggung prestisius, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Jejak karya mereka membentang luas, mulai dari musik untuk karya tari, iklan, jingle musik, program televisi, hingga karya musik monumental seperti yang dipersembahkan pada acara peringatan 10 tahun tsunami Aceh, Festival Rapa'i Internasional, Festival Perkusi Internasional, Auckland Carnival, Aceh World Jazz, Ranah Minang Performance Art, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh, serta berbagai event seni budaya lainnya di Aceh. Beberapa lagu dan komposisi instrumental mereka, seperti "Hu Zat," "Bungong Jeumpa," dan "Jalla," telah menjadi ikonik dan seringkali digunakan dalam berbagai acara penting.
Tiga puluh tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah komunitas seni. SuKamoSa telah melewati berbagai gelombang zaman, mulai dari masa konflik Aceh yang penuh tantangan, dahsyatnya tsunami, hingga era perdamaian dan pandemi COVID-19.
"Berbagai hambatan dan rintangan silih berganti menerpa, namun semangat "Suara Kami Satu" terus membakar, mendorong kami untuk tetap eksis dan berkarya, memperkaya khazanah seni musik di Aceh," kata Jamal Taloe kepada Habadaily.com, senin (19/05/2025).
"Penunjukan Musik Sengenap" akan menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang ini, mengapresiasi kontribusi SuKamoSa dalam kancah musik World Music yang berakar kuat pada tradisi Aceh, dan menatap masa depan dengan semangat inovasi yang tak pernah padam.