Pelopor World Music Tradisi Aceh, SuKamoSa Gelar Refleksi 30 Tahun Berkarya

May 19, 2025 - 12:37
Pelopor World Music Tradisi Aceh, SuKamoSa Gelar Refleksi 30 Tahun Berkarya. (FOTO: Doc Habadaily.com)

HABADAILY.COM - Sebuah perjalanan musikal selama tiga dekade akan dirayakan dalam acara "Penunjukan Musik Sengenap: Refleksi Perjalanan Berkesenian SuKamoSa." Acara ini menandai 30 tahun eksistensi SuKamoSa, sebuah grup musik visioner yang memadukan kekayaan musik tradisi Aceh dengan sentuhan modern, atau yang lebih dikenal di kancah internasional sebagai World Music. Acara istimewa ini akan berlangsung pada tanggal 25 Mei 2025 di Indoor Taman Seni Budaya Aceh, Banda Aceh.

Berdiri sejak tahun 1995 di Banda Aceh dengan nama awal Komunitas Musik Aceh, kelompok ini kemudian bertransformasi menjadi SuKamoSa pada tahun 2015. Nama "SuKamoSa" sendiri dalam Bahasa Aceh memiliki arti mendalam: "Suara Kami Satu," mencerminkan semangat kolaborasi dan kesatuan dalam setiap karya mereka.

Akar musik SuKamoSa tertanam kuat dalam rhythm musik tradisi Aceh. Mereka dengan apik mengolah melodi-melodi khas Aceh dan pola pukulan dinamis yang terdapat dalam berbagai kesenian Rapa'i, menjadikannya ciri khas utama dalam setiap komposisi dan aransemen mereka.

Di bawah kepemimpinan Jamal Taloe, seorang seniman musik yang telah mewarnai blantika musik Aceh sejak tahun 1990, SuKamoSa menjelma menjadi kekuatan kreatif yang patut diperhitungkan. Meskipun formasi inti mereka hanya terdiri dari lima personel, SuKamoSa kerap melibatkan additional player sesuai dengan kebutuhan artistik setiap pertunjukan dan karya.

Hingga kini, SuKamoSa telah melahirkan lebih dari 60 karya komposisi musik dan lagu yang telah dipentaskan di berbagai panggung prestisius, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Jejak karya mereka membentang luas, mulai dari musik untuk karya tari, iklan, jingle musik, program televisi, hingga karya musik monumental seperti yang dipersembahkan pada acara peringatan 10 tahun tsunami Aceh, Festival Rapa'i Internasional, Festival Perkusi Internasional, Auckland Carnival, Aceh World Jazz, Ranah Minang Performance Art, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh, serta berbagai event seni budaya lainnya di Aceh. Beberapa lagu dan komposisi instrumental mereka, seperti "Hu Zat," "Bungong Jeumpa," dan "Jalla," telah menjadi ikonik dan seringkali digunakan dalam berbagai acara penting.

Tiga puluh tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah komunitas seni. SuKamoSa telah melewati berbagai gelombang zaman, mulai dari masa konflik Aceh yang penuh tantangan, dahsyatnya tsunami, hingga era perdamaian dan pandemi COVID-19.

"Berbagai hambatan dan rintangan silih berganti menerpa, namun semangat "Suara Kami Satu" terus membakar, mendorong kami untuk tetap eksis dan berkarya, memperkaya khazanah seni musik di Aceh," kata Jamal Taloe kepada Habadaily.com, senin (19/05/2025).

"Penunjukan Musik Sengenap" akan menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang ini, mengapresiasi kontribusi SuKamoSa dalam kancah musik World Music yang berakar kuat pada tradisi Aceh, dan menatap masa depan dengan semangat inovasi yang tak pernah padam.

Para pecinta musik, seniman, budayawan, dan masyarakat umum diundang untuk hadir dan menjadi saksi dari perayaan 30 tahun dedikasi SuKamoSa bagi dunia seni.

Editor: Suryadi

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.