HABADAILY.COM - Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri menegaskan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berperan penting dalam memperjuangkan hak-hak guru, peningkatan pendidikan bagi peserta didik, hingga memerdekaan dunia pendidikan dari kebodohan.
Hal ini ia sampaikan saat membuka Konferensi PGRI Aceh Besar ke 23 yang digelar di Aula Sekretariat PGRI Aceh Besar, Selasa (13/05/2025).
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengucapkan selamat bermusyawarah, semoga PGRI semakin jaya salam menjalankan roda organisasi dan menjadi partner paling baik pemerintah," katanya sebelum membuka Konferensi tersebut.
Syukri meminta peran PGRI bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, “walaupun berbagai rintangan akan dihadapi baik kebijakan anggaran dan lain sebagainya, namun kami yakin kita mampu melakukannya dengan baik.”
Ketua PGRI Aceh, Al Munzir mengatakan organisasi PGRI merupakan rumah besar bagi para guru, sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk membesarkan organisasi, melakukan program-program pengembangan kompetensi guru serta terus mengadvokasi berbagai persoalan guru.
"PGRI harus terus hadir menjadi rumah besar bagi para guru, baik dalam memperjuangkan aspirasi para guru, maupun dalam memperjuangkan dan mengisi arah pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa depan Indonesia Emas," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PGRI Aceh Besar Dr. Agus Jumaidi S.Pd.I, MPd dalam sambutannya mengucapkan terima atas dukungan pemerintah dalam mendukung program kegiatan PGRI selama ini.
"Apresiasi kami atas nama PGRI Aceh Besar yang telah mendukung berbagai program dan kegiatan organisasi," katanya.
60 Peserta dari Pengurus Cabang PGRI Se-Aceh Besar tersebut akan melangsungkan musyawarah selama sehari untuk merumuskan arah perjuangan PGRI Aceh Besar lima tahun ke depan. []