Studi tersebut menunjukkan bahwa kerja sama tim secara interprofesional masih belum berjalan secara efektif, karena PPA belum sepenuhnya memahami konsep IPC. Akibatnya, kolaborasi lebih banyak didominasi oleh tenaga perawat dan dokter.
Berdasarkan temuan ini, seluruh pihak perlu memberikan perhatian lebih agar IPC dapat diterapkan secara optimal oleh tenaga kesehatan, baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit di Aceh.
Tenaga kesehatan, sebagai sumber daya utama dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, harus terus meningkatkan ilmu dan keterampilannya melalui pelatihan dan pendidikan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Interprofessional Education (IPE), sebuah metode pembelajaran interaktif berbasis kelompok yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan kesehatan.
Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif, guna mendukung praktik kerja sama yang efektif. Dengan demikian, IPE berkontribusi pada peningkatan pemahaman serta mendorong sikap saling menghormati antar tenaga profesional kesehatan.