Selain itu, ia juga menggarisbawahi perlunya integrasi antara sektor pertanian dengan sektor lainnya untuk menciptakan nilai tambah.
"Selama ini, hasil pertanian Aceh hanya dikirim ke daerah lain untuk diolah. Akibatnya, nilai tambah justru dinikmati daerah lain. Jika proses pengolahan dilakukan di Aceh, nilai tambah tersebut dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Aceh," ungkap Hilda.
Hilda juga menyoroti tantangan di sektor perikanan. Meskipun Aceh memiliki hasil laut yang melimpah, para nelayan kerap kesulitan memasarkan hasil tangkapannya, terutama saat produksi meningkat.
"Ketika stok melimpah, pasar sering kali tidak mampu menyerapnya. Dengan adanya investasi untuk mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah, persoalan ini dapat diatasi," ujarnya.